Home » , » Benarkah BTS Beresiko Pada Leukemia / Kanker Darah?

Benarkah BTS Beresiko Pada Leukemia / Kanker Darah?

Written By Erni Kurniati on Minggu, 10 November 2013 | 08.01

Base Transceiver Station atau BTS adalah menara besi yang dibangun untuk memperluas jangkauan sinyal operator seluler, biasanya dibangun di daerah dataran tinggi. Keberadaan BTS bagi orang-orang yang tinggal disekitarnya masih belum terjamin dari kemungkinan hal yang membahayakan, seperti tower roboh, pondasi kurang kuat, begitu juga sebaliknya kadang ada sebagian orang yang mencuri beberapa peralatan BTS. Namun apakah BTS cukup berbahaya bagi kesehatan?
bahaya bts terhadap kanker

Suatu opini yang tersebar selama ini menyatakan bahwa BTS sama halnya SUTET yang memancarkan radiasi berbahaya bagi kesehatan orang yang tinggal di sekitarnya. Mereka berisiko terkena kanker lebih besar daripada yang tidak tinggal di sekitarnya.

BTS memancarkan gelombang elektromagnetik sehingga banyak orang merasa khawatir jika tinggal di area BTS. Para ahli suatu penelitian belum ada yang menyatakan bahwa radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan BTS dapat membahayakan kesehatan orang di sekitarnya.

Penelitian tersebut antara lain Mobile Manufacture Forum (MMF), West African Regulatory Association (WATRA), African Economic Community of West Africa (ECOWAS) dan GSM Association. Bahkan hal ini juga didukung oleh Dr. Emilie Van Deventer, yakni pimpinan tim Radiation Programme Department of Public Health and Environment yang berpusat di World Health Organization (WHO).

Belum ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa frekuensi radio dari sebuah ponsel atau menara BTS bisa merusak jaringan sel manusia. Akan tetapi pernyataan ini berbeda dengan hasil penelitian salah satu ahli dari Australia yaitu Dr Bruce Hocking. Ia menemukan fakta bahwa anak-anak yang tinggal di daerah penyiaran TV dan radio berisiko dua kali lebih besar terkena leukemia daripada anak-anak yang jarak tempat tinggalnya 7 mil dari medan elektromagnetik.

Penelitian tentang hal ini rupanya juga dilakukan oleh Dr Neil Cherry, Biophysicist di Lincoln University New Zealand, seorang fisikawan Dr Gerard Hyland nominator nobel dua kali, seorang ahli biologi Mariana Alves-Pereira, Dr W Loscher dari Jerman.

Dengan fakta simpang siur ini BTS belum bisa dipastikan berbahaya meskipun begitu banyak orang masih khawatir untuk tinggal di area tersebut karena takut terkena medan elektromagnetik dari BTS.

sumber merdeka.com

http://ahermawan.com/obat-herbal-kanker-darah-leukemia/

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Artikel Untuk Dibaca - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger